Bahasa Indonesia English


" Memperkuat kesinambungan bisnis yang harmonis melalui kolaborasi yang harmonis, kami mampu menciptakan iklim usaha yang menguntungkan sehingga berbagai inisiatif dan strategi bisnis dapat diimplementasikan sesuai rencana."


Melaksanakan program tanggung jawab social perusahaan (Corporate Social Responsibility-CSR) bagi Perseroan bukan sekedar bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Perseroan pada komunitas sekitar perkebunan dengan segala dinamika social kemasyarakatannya. Melalui empati yang tulus, akan terbangun hubungan yang harmonis, saling percaya dan saling memberi manfaat antara Perseroan dengan masyarakat sekitar.

Program-program CSR yang diselenggarakan oleh Perseroan dan entitas anaknya sedapat mungkin dirancang terintegrasi untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Proses penentuan arah dan jenis program dilakukan berdasarkan pemetaan sosial (social mapping) untuk mengetahui dan menentukan dengan tepat prioritas kebutuhan masyarakat di desa-desa sekitar perkebunan. Hasil dari pemetaan sosial digunakan dalam perencanaan dan penentuan program CSR.

Proses pemetaan sosial dilakukan melalui diskusi dengan masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintahan desa. Setiap pelaksanaan program juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program. Secara berkala perseroan juga melaporkan pelaksanaan program dan evaluasinya kepada pihak terkait khususnya pemerintah daerah setempat.

Perseroan juga menerapkan konsep pemantauan dan analisis dinamika sosial kemasyarakatan. Melalui mekanisme ini Perseroan memperoleh informasi yang terkini terkait dinamika sosial yang sedang berlangsung di tengah masyarakat. Informasi yang diperoleh dapat berupa masukan, aspirasi, keluhan atau hal-hal lain yang terjadi di masyarakat dan berpengaruh atau berpotensi berpengaruh pada aktivitas usaha Perseroan. Kegiatan ini bertujuan mencegah, meminimalisir dan menyelesaikan dengan cepat potensi masalah yang mungkin terjadi dalam hubungan Perseroan dengan masyarakat yang akan berdampak pada aktvitas operasional Perseroan.

KEGIATAN CSR DI TAHUN 2016

Di tahun 2016, Perseroan fokus untuk melanjutkan program-program CSR tahun 2015 yang dinilai berdampak positif. Bidang infrastruktur dan fasilitas umum masih menjadi prioritas. Peningkatan dan perbaikan kualitas infrastruktur akan memberikan akses transportasi orang dan barang antar desa atau dari desa ke kota sehingga menumbuhkan perekonomian desa.

Pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian karena kesadaran masyarakat tentang pola hidup dan lingkungan sehat relatif masih rendah. Selain itu, akses ke pelayanan kesehatan di beberapa tempat juga belum tersedia, baik Puskesmas maupun rumah sakit. Secara berkala Perseroan melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Sesuai dengan kompetensi inti Perseroan, program pemberdayaan ekonomi ditujukan untuk mendorong masyarakat setempat untuk menjadi petani plasma atau petani mandiri kelapa sawit. Perseroan menyediakan bibit kelapa sawit, memberikan penyuluhan dan membeli hasil panen TBS yang memenuhi standar kualitas Perseroan.

  • Bidang Pendidikan

    Perseroan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar dan mengajar di sejumlah lokasi. Program-program CSR bidang pendidikan antara lain adalah:

    1. Memberikan upah, tunjangan dan honor kepada 77 orang tenaga pendidik di 27 sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP di sekitar perkebunan dan pabrik milik perseroan.
    2. Memberikan bantuan dana pendukung operasional sehari-hari kepada beberapa sekolah.
    3. Memberikan bantuan sejumlah komputer, sarana dan peralatan olah raga dan peralatan pendukung proses belajar mengajar.
    4. Menyediakan bus sekolah untuk transportasi murid-murid baik anak karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan.
    5. Memberikan bantuan perbaikan ruang kelas di beberapa sekolah di sekitar perkebunan entitas anak perseroan.
    6. Memberikan bantuan peralatan belajar-mengajar dan peralatan olah raga untuk beberapa sekolah.

    Berbagai program pendidikan selama 2016 telah memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi anak sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP dan SMA sekitar 8.150 orang murid di 53 sekolah.

  • Bidang Infrastruktur dan Fasilitas Umum

    Perseroan memprioritaskan program perbaikan jalan dan jembatan dan membantu masyarakat agar segera mendapatkan sambungan listrik. Program-program peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas umum tahun 2016 adalah sebagai berikut:

    1. Perbaikan dan pemadatan jalan tanah sepanjang 12.174 meter, perbaikan jalan aspal sepanjang 9.000 meter.
    2. Perbaikan 1 (satu) jembatan permanen, 1 (satu) jembatan gantung dan 2 (dua) jembatan kayu dan pemasangan gorong-gorong.
    3. Memberikan bantuan dana dan material untuk renovasi dan pembangunan 21 buah masjid, 5 buah gereja dan rumah adat di desa-desa sekitar kebun.

  • Bidang Kegiatan Sosial Budaya dan Keagamaan

    Perseroan mengambil peran aktif mengembangkan program-program community relations melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, budaya dan kemasyarakatan. Program ini meliputi kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam penyelenggaraan perayaan keagamaan, peringatan hari-hari besar nasional, kegiatan sosial dan acara adat/kebudayaan.

  • Kesehatan

    Perseroan juga berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar kebun dan pabrik. Pelayanan kesehatan dilakukan dengan memberikan kesempatan dan kemudahan kepada masyarakat memanfaatkan pelayanan poliklinik perkebunan dan ambulans milik Perseroan.

    Dalam sejumlah kegiatan perseroan proaktif mendukung program-program kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah. Termasuk program penyuluhan kesehatan, imunisasi dan program keluarga berencana. Bahkan salah satu perkebunan milik perseroan pernah dipercaya sebagai tuan rumah lomba program keluarga berencana tingkat kabupaten. Di bidang penyehatan lingkungan Perseroan juga proaktif meningkatkan kualitas lingkungan termasuk pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah.

  • Pemberdayaan Ekonomi

    Perseroan menyelenggarakan berbagai program CSR yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhanperekonomian lokal serta pemberdayaan potensi masyarakat dan lingkungan. Melalui program kemitraan, Perseroan mengembangkan perkebunan plasma untuk masyarakat di sekitar perkebunan termasuk memberikan penyuluhan agar mampu menghasilkan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang berkualitas baik. Perseroan juga memberikan bantuan bibit sawit agar masyarakat setempat dapat tumbuh berkembang menjadi petani sawit yang mandiri. Selanjutnya, Perseroan juga bersedia menampung menampung TBS milik masyarakat di sekitar perkebunan yang memenuhi standar kualitas Perseroan.

    Selain program plasma, Perseroan juga melaksanakan program petani swadaya dimana masyarakat diberikan pendampingan untuk membudidayakan tanaman sawit di lahan yang mereka miliki. Di beberapa entitas anak, Perseroan memberikan bantuan bibit sawit siap tanam dan penyuluhan budidaya sawit kepada masyarakat.

    Dengan demikian, masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam budidaya tanaman sawit dan memperoleh tambahan penghasilan. Di sisi lain, Perseroan dapat memperoleh tambahan sumber TBS untuk diolah. Semua program tersebut bertujuan agar masyarakat merasakan manfaat kehadiran Perseroan di sekitar mereka.

    Sepanjang tahun 2016, Perseroan telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi, antara lain adalah:

    1. Memprioritaskan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan dan pabrik.
    2. Memberikan peluang seluas-luasnya bagi pengusaha lokal sebagai pemasok barang dan jasa di perkebunan dan pabrik.
    3. Mengembangkan program petani swadaya.
    4. Memberikan bantuan bibit sawit siap tanam kepada petani-petani yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Perseroan.
    5. Memberikan bantuan bibit tanaman buah-buahan siap tanam.
    6. Memberikan kesempatan bagi petani-petani lokal untuk menjual tandan buah segar (TBS) ke pabrik-pabrik Perseroan.
    7. Melakukan penyuluhan budidaya sawit kepada petani plasma dan petani swadaya tentang budidaya sawit yang baik.
TANGGUNG JAWAB TERHADAP KONSUMEN

Perseroan menyadari bahwa kepuasan konsumen adalah kunci keberhasilan dan keberlanjutan usaha Perseroan. Untuk itu Perseroan berusaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen. Perseroan terus meningkatkan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pelanggan serta berupaya untuk memenuhi hak-hak pelanggan untuk mendapatkan produk yang terbaik sesuai standar yang telah disepakati, baik standar proses produksi, kualitas, volume maupun delivery.

Saat ini kegiatan Perseroan masih terbatas pada pemanenan buah kelapa sawit, produksi minyak kelapa sawit dan inti sawit. Produk yang dijual masih berupa crude palm oil (CPO), palm kernel (PK) dan tandan buah segar (TBS). Untuk kepuasan pelanggan, Perseroan berupaya maksimal dari waktu ke waktu untuk menghasilkan CPO, PK dan TBS yang berkualitas.

Adapun kualitas standar yang dijaga adalah:
  • Untuk Minyak Sawit (CPO)-Acid dijaga pada level <5%, moisture dan impurity di level <0.5%.
  • Untuk Inti Sawit (PK)-Moisture dan impurity dijaga di level <16%.
  • Untuk Tandan Buah Segar (TBS) – standarisasi Berat Janjang Rata-rata (BJR), tingkat kematangan, jenis bibit.
Setiap masukan dan keluhan pelanggan baik melalui surat, email, telepon maupun pertemuan langsung, selalu direspons dengan baik. Perseroan membuka saluran komunikasi bagi pelanggan termasuk alamat, kontak telepon, email dan personal in charge yang bisa dihubungi untuk mendapatkan tanggapan dan penjelasan yang dibutuhkan.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L)

Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, Perseroan menempatkan aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian proses bisnis Perseroan. Semangat membudayakan K3L telah menjadi perhatian Perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Selain sebagai kepatuhan terhadap regulasi yang diatur pemerintah dalam Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3), industri sawit juga berkepentingan untuk memberi perhatian terhadap masalah lingkungan sebagaimana diatur dalam prinsip dan kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk mencapai standar produksi minyak sawit berkelanjutan dan meningkatkan akses pasar bagi industri sawit Indonesia.

Komitmen K3L

Upaya menanamkan budaya K3L untuk menciptakan zero injury dan zero accident merupakan tantangan tersendiri mengingat sebagian besar pekerja lapangan memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Dibutuhkan komitmen dari seluruh level pimpinan di perkebunan mulai dari manager, mandor dan asisten untuk berperan sebagai change agent, memberikan contoh yang konsisten dalam mematuhi kaidah-kaidah K3L dalam menjalankan tugasnya, termasuk disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai jenis pekerjaan dan potensi risiko yang dihadapi.

Untuk memastikan konsistensi pelaksanaan K3L, sebelum memulai pekerjaan dilakukan briefing pagi/ safety talk untuk mengingatkan mengenai prosedur kerja aman. Sosialisasi K3L juga dilakukan dengan memasang poster himbauan di lokasi-lokasi tertentu terutama di area pabrik dan kebun.