Bahasa Indonesia English


" Memperkuat kesinambungan bisnis yang harmonis melalui kolaborasi yang harmonis, kami mampu menciptakan iklim usaha yang menguntungkan sehingga berbagai inisiatif dan strategi bisnis dapat diimplementasikan sesuai rencana."

MANAJEMEN RISIKO


Perseroan memiliki tanggung jawab keseluruhan atas penetapan dan pengawasan kerangka manajemen risiko. Direksi telah menetapkan fungsi manajemen risiko yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Perseroan.

Tujuan manajemen risiko adalah mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko yang dihadapi Perseroan, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta mengawasi risiko dan kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan tanpa terlalu mempengaruhi daya saing dan fleksibilitas Perseroan.

Perseroan dalam melaksanakan bisnisnya tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Perseroan telah mengidentifikasi sejumlah risiko yang berpotensi mempengaruhi operasi bisnis Perseroan sepanjang tahun 2014, antara lain:

Risiko Harga Komoditi

Komoditi diperdagangkan di pasar internasional yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang mempengaruhi fluktuasi harga jual. Pendapatan Perseroan sangat bergantung pada harga jual Minyak Sawit (CPO) dan Inti Sawit (PK) yang dikendalikan oleh pasar internasional. Untuk mengatasi risiko tersebut Perseroan menganalisa dan memberi nilai tambah di setiap proses bisnis untuk menghasilkan produk Minyak Sawit (CPO) dan Inti Sawit (PK) yang berkualitas dengan biaya yang efisien.

Risiko Hukum

Kepastian atas kepemilikan dan penguasaan tanah merupakan faktor penting dalam industri perkebunan. Kegagalan memperoleh perpanjangan jangka waktu HGU, hilangnya ijin pengelolaan tanah dalam Ijin Lokasi, tuntutan atas Ijin Lokasi dan HGU, merupakan beberapa risiko yang dihadapi. Untuk mengatasi risiko tersebut, Perseroan mempelajari dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dalam hal administrasi dan melengkapi persyaratan dokumen perijinan dan pertanahan yang up to date. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dengan melibatkan pemerintah daerah setempat dan pihak terkait mengenai ijin yang telah diperoleh Perseroan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.

Risiko Keuangan

Risiko keuangan yang mempengaruhi kinerja Perseroan adalah risiko fluktuasi harga mata uang asing, di mana Perseroan melakukan transaksi dalam mata uang asing dan memiliki aset dan liabilitas keuangan yang didenominasi dalam mata uang asing. Perseroan mengendalikan risiko keuangan dengan menilai dan memantau pergerakan mata uang asing terhadap laporan keuangan dan cash flow Perseroan, baik terhadap pendapatan maupun biaya Perseroan guna melakukan program operasional yang efisien.

Risiko Pasar

Risiko pasar yang mempengaruhi kinerja Perseroan adalah risiko mata uang asing, di mana Perseroan melakukan transaksi dalam mata uang asing dan memiliki aset dan liabilitas keuangan yang didenominasi dalam mata uang asing. Perseroan mengendalikan risiko pasar dengan menilai dan memantau pergerakan mata uang asing terhadap laporan keuangan dan cash flow Perseroan, baik terhadap pendapatan maupun biaya Perseroan.

Risiko Operasional

Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan produk Perseroan. Perseroan melalui fungsi pengawasan yang melekat di operasional dan melalui sistem manajemen Perseroan, melakukan review berkala dan berjenjang terhadap aktivitas operasional untuk mengurangi kemungkinan atau frekuensi terjadinya risiko operasional dan meminimalisir dampak dari kejadian-kejadian yang mungkin menjadi risiko operasional tersebut.

Risiko Perubahan Iklim dan Cuaca

Dampak pergeseran pola curah hujan, kemarau panjang atau intensitas hujan yang tinggi dan kejadian iklim ekstrim lainnya dapat menyebabkan penurunan kondisi dan produktivitas tanaman yang akhirnya dapat berpengaruh pada harga dan volume penjualan. Untuk mengatasi hal tersebut, kebutuhan dan pelaksanaan pemupukan serta perlakuan agronomi lainnya disesuaikan dengan kondisi iklim agar produktivitas yang optimal dapat dicapai. Pembangunan infrastruktur salah satu solusi yang telah dilakukan Perseroan yaitu antara lain dengan membangun dan penguatan tanggul sistem kluster untuk mengatasi terjadinya banjir.