Bahasa Indonesia English


" Perseroan memanfaatkan luas lahan yang dimiliki dan terus meningkatkan produktivitasnya dengan didorong oleh tenaga kerja yang andal dan kompeten. Strategi ini mampu meningkatkan efisiensi di semua proses bisnis, serta memaksimalkan profitabilitas Perseroan di tengah iklim bisnis yang tidak kondusif di tahun 2020."

MANAJEMEN RISIKO


Tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) adalah struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para Pemegang Saham maupun pemangku kepentingan. Salah satu unsur dari untuk mencapai GCG adalah penerapan manajemen risiko. Penerapan manajemen risiko diharapkan dapat melindungi Perseroan dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan.

Pengelolaan risiko dilakukan dengan mengupayakan informasi terkini dan menyeluruh bagi Direksi dan jajaran manajemen agar dapat mengantisipasi sedini mungkin potensi timbulnya risiko dan memitigasi risiko yang timbul. Dengan manajemen risiko yang andal didukung oleh sumber daya dan teknologi informasi, diharapkan Perseroan dapat memetakan risiko yang dapat menghambat pencapaian target perusahaan, memperkecil potensi kerugian, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja yang pada akhirnya akan menghasilkan keunggulan kinerja dan daya saing produk.

Perseroan dalam melaksanakan bisnisnya tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Perseroan telah mengidentifikasi sejumlah risiko yang berpotensi mempengaruhi operasi bisnis Perseroan, antara lain:

Risiko Harga Komoditi

Indikasi : Terjadinya fluktuasi jual minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) yang dikendalikan oleh pasar internasional.
Mitigasi : Menganalisa dan memberi nilai tambah di setiap proses bisnis untuk menghasilkan produk minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) yang berkualitas dengan biaya yang efisien.

Risiko Hukum

Indikasi : Timbulnya kepastian atas kepemilikan dan penguasaan tanah merupakan faktor penting dalam industri perkebunan; serta terjadinya kegagalan memperoleh perpanjangan jangka waktu hak guna usaha (HGU), hilangnya izin pengelolaan tanah dalam izin lokasi, serta tuntutan atas izin lokasi dan hak guna usaha.
Mitigasi : Mempelajari dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dalam hal administrasi dan melengkapi persyaratan dokumen perizinan dan pertanahan yang mutakhir; serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dengan melibatkan pemerintah daerah setempat dan pihak terkait mengenai izin yang telah diperoleh Perseroan.

Risiko Pasar & Keuangan

Indikasi : Timbulnya risiko tingkat suku bunga yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku bunga pinjaman yang dikenakan bunga. Suku bunga atas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dapat berfluktuasi sepanjang periode pinjaman. Kebijakan keuangan memberikan panduan bahwa eksposur tingkat bunga harus diidentifikasi dan diminimalisasi/dinetralisasi secara tepat waktu.
Mitigasi : Melakukan analisa marjin dan pergerakan suku bunga.

Risiko Operasional

Indikasi : Risiko kerugian yang diakibatkan oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses internal, faktor manusia dan sistem, atau dari kejadiankejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem, dan Produk Perseroan.
Mitigasi : Melalui fungsi pengawasan yang melekat di operasional dan melalui sistem manajemen Perseroan, melakukan review berkala dan berjenjang terhadap aktivitas operasional untuk mengurangi kemungkinan atau frekuensi terjadinya risiko operasional dan meminimalisir dampak dari kejadian-kejadian yang mungkin menjadi risiko operasional tersebut.

Risiko Perubahan Iklim & Cuaca

Indikasi : Terjadinya pergeseran pola curah hujan, kemarau panjang atau intensitas hujan yang tinggi, dan pasang surut air laut, serta kejadian iklim ekstrim lainnya dapat menyebabkan penurunan kondisi dan produktivitas tanaman yang akhirnya dapat berpengaruh pada harga dan volume penjualan
Mitigasi : Melaksanaan pemupukan serta perlakuan agronomi lainnya disesuaikan dengan kondisi iklim agar produktivitas yang optimal dapat dicapai. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu solusi yang telah dilakukan Perseroan, antara lain dengan membangun dan menguatkan tanggul sistem kluster untuk mengatasi terjadinya banjir.